Ikuti KKI 2026, UMKM Kepri Bukukan Transaksi Sebesar Rp5,3 Miliar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:54:31 WIB
Kain Tenun NTT hingga Eksportir Kopi Unjuk Gigi di KKI 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebanyak 23 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pilihan asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut ambil bagian dalam perhelatan akbar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan oleh pihak Bank Indonesia bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada kurun tanggal 20 hingga 23 Agustus 2026.

Kehadiran serta keikutsertaan para pelaku UMKM Kepri dalam agenda pameran tahunan yang kini telah menginjak penyelenggaraan ke-11 kalinya ini merepresentasikan momentum krusial guna memperluas jangkauan akses pasar, sekaligus memacu para pelaku wirausaha lokal untuk naik kelas dan memiliki daya saing hingga level kancah internasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P., memaparkan bahwa partisipasi aktif tersebut merupakan pengejawantahan dari komitmen nyata Bank Indonesia dalam hal memperkuat kapasitas kelembagaan UMKM, membuka pintu akses pasar yang lebih luas, serta memperluas akses pembiayaan finansial.

"Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu bangkit, tangguh, dan berdaya saing," kata Rony.

Perhelatan KKI 2026 sendiri mengangkat tema besar "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" yang terlaksana berkat sinergi kolaboratif antara Bank Indonesia bersama 27 kementerian serta lembaga tinggi negara, dan didukung oleh 34 mitra strategis. 

Rangkaian pameran tersebut diramaikan oleh keikutsertaan lebih dari 550 UMKM yang hadir secara langsung di lokasi, serta melibatkan lebih dari 1.300 UMKM melalui platform pemanfaatan kanal digital KKI.

Di dalam pameran bergengsi tersebut, kontingen UMKM Kepri memboyong beragam varian produk unggulan daerah, mulai dari sektor makanan dan minuman, produk wastra dan fesyen, kerajinan tangan, hingga produk dekorasi perlengkapan rumah tangga.

Sejumlah brand UMKM daerah yang tampak turut serta menampilkan produk andalannya antara lain Rumah Tenun Lingga, Sambal Sijago, Kenara, Narata, Isna Puring, serta Iluh Craft.

Aktivitas keikutsertaan ini tidak sekadar dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk semata, melainkan sukses membukan peluang emas bagi para pelaku UMKM Kepri untuk bersua langsung dengan calon-calon pembeli potensial, baik yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi sesi business matching (BM) ekspor KKI, terungkap bahwa peluang ekspansi pasar luar negeri tersebut mulai terbuka lebar. Tercatat UMKM Sambal Sijago berhasil merintis peluang ekspor menuju pangsa pasar negara Australia dan Amerika Serikat, sementara UMKM Putri Anjani yang bergerak di sektor wastra mengantongi potensi besar untuk menembus pasar negara Italia.

"Ini menunjukkan bahwa produk UMKM Kepri memiliki kualitas dan potensi pasar yang cukup besar untuk dikembangkan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional," kata Rony.

Jajaran Bank Indonesia Perwakilan Kepri selama ini secara konsisten mengawal dan mendorong pengembangan sektor UMKM melalui pelbagai program pendampingan strategis, di antaranya meliputi fasilitasi onboarding UMKM digital, program pembinaan ekspor (export coaching program), pelaksanaan business matching ekspor, pendampingan pengurusan sertifikasi halal, hingga fasilitasi business matching pembiayaan modal bersama perbankan.

Rangkaian intervensi kebijakan tersebut dinilai memegang urgensi tinggi bagi kawasan Kepri yang dianugerahi posisi geografis strategis sebagai wilayah terdepan perbatasan negara, sekaligus berfungsi sebagai salah satu simpul pusat perdagangan, kawasan industri, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif di Indonesia.

Meninjau dari aspek perolehan besaran nilai transaksi, pameran KKI 2026 secara keseluruhan mencatatkan angka penjualan sementara sebesar Rp177,2 miliar terhitung hingga penutupan tanggal 23 Agustus 2026. Dari total akumulasi omzet tersebut, kontingen UMKM asal Kepri berhasil menyumbang porsi perolehan sekitar Rp5,3 miliar.

Secara nasional, total nilai penjualan dalam perhelatan KKI 2026 ini mengalami lonjakan kenaikan sebesar 35 persen apabila dikomparasikan dengan capaian rekor pada penyelenggaraan tahun 2025 sebelumnya.

Sementara itu, untuk capaian dari sektor business matching ekspor tercatat menyentuh angka Rp169,9 miliar dengan melibatkan partisipasi dari 192 UMKM serta pembeli potensial yang berasal dari 16 negara. 

Adapun untuk realisasi pencapaian business matching pembiayaan tercatat menembus angka Rp285 miliar, atau membukukan tren peningkatan sebesar 30,3 persen jika dibandingkan dengan rata-rata capaian dalam kurun tiga tahun terakhir.

Khusus merujuk pada performa kontingen UMKM Kepri, kelompok produk berjenis ready to wear keluar sebagai kontributor terbesar penyumbang porsi penjualan. Varian produk wastra tradisional dan produk kuliner khas daerah turut memperlihatkan grafik lonjakan omzet yang signifikan sepanjang jalannya rangkaian pameran KKI 2026.

Capaian gemilang tersebut merepresentasikan indikator kuat bahwasanya produk-produk lokal asal Kepri menyimpan potensi besar yang sangat layak untuk terus dikembangkan melalui peningkatan standar mutu kualitas, inovasi produk, akselerasi digitalisasi usaha, serta perluasan jaringan distribusi pasar.

Bank Indonesia secara konsisten menempatkan fokus agenda pengembangan sektor UMKM sebagai salah satu pilar fundamental dalam menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang bersifat inklusif serta berkelanjutan.

Arah kebijakan makro tersebut diterjemahkan melalui program penguatan kapasitas skala usaha, pembukaan akses pasar dan permodalan yang luas, hingga percepatan adopsi transformasi digital bagi para pelaku UMKM.

Melalui wahana KKI 2026 ini, pihak Bank Indonesia turut mengawal agar produk-produk kreasi UMKM tidak sekadar berhenti eksistensinya sebagai karya lokal daerah semata, melainkan mampu bertransformasi menjadi komoditas bernilai tambah tinggi yang diterima secara luas di pasar global.

Melalui fondasi sinergi dan kolaborasi lintas sektoral yang kuat, jajaran UMKM Kepri diharapkan kian mantap bangkit, tangguh, serta berdaya saing tinggi, sehingga mampu memberikan sumbangsih kontribusi yang jauh lebih masif bagi perekonomian skala regional maupun nasional.

Terkini

Strategi Menkeu Purbaya Genjot Pajak 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:56:31 WIB

Waspada Penipuan, BRI Ajak Masyarakat Cermat Berinvestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51:32 WIB

Skema Utang Whoosh Dibahas 15 September

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:48:31 WIB