BCA Kantongi Laba Rp40 Triliun per Agustus 2026, Naik 2,85%

Selasa, 15 September 2026 | 04:52:31 WIB
ILUSTRASI. Menara BCA [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mempertahankan ritme kinerjanya selama delapan bulan berjalan pada tahun 2026. Hingga Agustus 2026, emiten perbankan berkode saham BBCA tersebut membukukan laba bersih secara bank only mencapai Rp 40,17 triliun, menguat tipis 2,85% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Merujuk laporan keuangan bulanan perseroan yang dikutip KONTAN pada Selasa (15/9), capaian ini salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang merangkak naik 1,33% yoy menjadi Rp 53,82 triliun.

Memang, pendapatan bunga bank sekadar tumbuh 2,42% yoy menjadi Rp 62,86 triliun, sedangkan beban bunga membengkak 9,4% yoy menembus Rp 9,04 triliun.

Ditinjau dari operasional lainnya, beban impairment BCA sejatinya susut 18,55% yoy menjadi Rp 2,16 triliun.

Pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi juga mencatatkan pertumbuhan positif 7,74% yoy menjadi Rp 13,59 triliun. Di samping itu, perolehan keuntungan BCA dari penjualan aset keuangan terpantau melejit 71,42% yoy ke angka Rp 1,81 triliun.

Kendati demikian, pada periode ini keuntungan bank yang bersumber dari peningkatan nilai wajar aset keuangan tergerus 89,6% yoy menjadi Rp 92,89 miliar. Begitu pula dengan pendapatan dividennya yang merosot 11,18% yoy menjadi Rp 1,95 triliun.

Lantaran hal tersebut, laba operasional bank tercatat tumbuh terbatas 2,72% yoy menjadi Rp 49,36 triliun.

Dari fungsi intermediasi, total kredit yang dikucurkan BCA secara bank only menembus Rp 1.017,7 triliun, melonjak 10,52% yoy. Selaras dengan ekspansi kredit tersebut, total aset bank menggelembung 8,19% yoy menjadi Rp 1.596,96 triliun.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BCA terakumulasi tumbuh 8,33% yoy menjadi Rp 1.256,83 triliun. Secara rinci, giro menanjak 14,73% yoy menjadi Rp 447,5 triliun, tabungan meningkat 8,2% yoy menjadi Rp 626,69 triliun, sedangkan deposito terkoreksi 4,3% yoy menjadi Rp 182,62 triliun.

Atas capaian ini, rasio pendanaan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) bank bertengger di level 80,97%, terhitung terjaga ketat jika dibandingkan dengan posisi 79,38% pada periode tahun sebelumnya.

Terkini