JAKARTA - Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Pulau Flores telah kembali beroperasi usai gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur sejak 15 Agustus 2026 lalu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, sebanyak 56 SPBU atau 100% dari seluruh SPBU di Pulau Flores kini kembali beroperasi. Menurutnya, kondisi kelistrikan di SPBU Pertamina juga telah kembali normal. Dengan begitu, sebagian besar SPBU tidak lagi menggunakan genset untuk mendukung operasionalnya.
“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty melalui keterangan resmi dikutip Minggu (23/8/2026).
Dia mengatakan, operasional 56 SPBU tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Ngada sebanyak 6 SPBU, Manggarai 8 SPBU, Manggarai Timur 6 SPBU, Manggarai Barat 8 SPBU, Sikka 12 SPBU, Flores Timur 7 SPBU, Ende 5 SPBU, dan Nagekeo 4 SPBU. Dengan demikian, tidak terdapat lagi SPBU yang berstatus belum operasional.
Kitty menyebut, pemulihan operasional SPBU dilakukan bersamaan dengan percepatan normalisasi jalur distribusi bahan bakar minyak.
“Pertamina mengerahkan dukungan armada untuk mempercepat pemulihan distribusi. Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke sejumlah titik terdampak, sementara dukungan Awak Mobil Tangki juga dikerahkan dari berbagai wilayah untuk memastikan kegiatan distribusi dapat terus berjalan”, jelas Kitty.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta konsumen industri, untuk memastikan kebutuhan energi bagi penanganan bencana dan aktivitas masyarakat dapat terpenuhi.
Kitty menambahkan bahwa pemulihan layanan energi bukan hanya mengenai memastikan SPBU kembali buka, tetapi juga memastikan rantai pasok di belakangnya terus bergerak.
"Karena itu, kami akan terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan sampai seluruh aktivitas energi di wilayah terdampak benar-benar kembali normal,” pungkasnya.