Gandeng LAZ, MUI Susun Program Pemulihan Pascagempa NTT

Gandeng LAZ, MUI Susun Program Pemulihan Pascagempa NTT
Kondisi kesehatan puluhan warga korban gempa bumi yang bertahan di tempat pengungsian Kampung Kedeng, Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) [FOTO: NET].

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan berbagai lembaga amil zakat (LAZ) mulai menginisiasi pemetaan kebutuhan pada fase jangka menengah serta jangka panjang guna merealisasikan proses pemulihan bagi para warga penyintas gempa bumi di NTT agar tepat sasaran.

“Insya Allah kerja sama dengan lembaga-lembaga amil zakat ini akan kami lanjutkan pada tahap recovery yang saat ini MUI, dalam hal ini lembaga advokasi penanggulangan bencana, sudah mengirim tim asesmen dua orang untuk ke lapangan selama lima hari,” ujar Wasekjen MUI Bidang Penanggulangan Bencana Mabroer MS dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Kiai Mabroer menuturkan bahwa pihak MUI sebelumnya telah sigap menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak sesaat setelah musibah gempa meluluhlantakkan kawasan tersebut. Kini, pola penyaluran bantuan mulai dialihkan menuju pemenuhan kebutuhan pada rentang menengah hingga panjang.

MUI mengerahkan sejumlah personel tim penilai (asesmen) guna menjamin agar rancangan program pemulihan yang bakal dieksekusi bersama para lembaga amil zakat benar-benar selaras dengan realitas kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Temuan data dari hasil asesmen tersebut nantinya bakal dijadikan landasan utama bagi MUI beserta jajaran lembaga amil zakat dalam merumuskan program rehabilitasi yang paling esensial dan dipastikan tepat sasaran.

“Mereka melakukan survei, melakukan pemetaan, dan akan memastikan jenis kegiatan atau program yang akan dilakukan MUI bersama lembaga amil zakat ke depan seperti apa,” kata dia.

Berdasarkan catatannya, bencana alam di NTT tidak sekadar merusak bangunan tempat tinggal warga, melainkan turut meluluhlantakkan berbagai sarana publik yang selama ini difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan serta pendidikan masyarakat. Oleh sebab itu, salah satu fokus utama prioritas MUI diarahkan pada pemulihan fasilitas ibadah serta lembaga pendidikan Islam yang mengalami kerusakan parah.

“Apakah akan merenovasi atau membangun ulang masjid yang ada di sana, karena banyak masjid maupun mushalla dan ada satu pesantren juga yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTT,” ujarnya.

Ia menggarisbawahi bahwa penanggulangan bencana tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan logistik semata, sebab kebangkitan taraf hidup masyarakat pascabencana merupakan agenda lanjutan yang menuntut adanya sinergi serta kolaborasi erat dari berbagai unsur elemen bangsa.

Di samping itu, proses pemulihan pascabencana ini diharapkan tidak hanya memulihkan wujud fisik lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjamin keberlangsungan hak anak-anak untuk kembali mengenyam pendidikan.

“Kami berharap para korban bisa bangkit kembali untuk menata ulang kehidupan mereka, termasuk khususnya anak-anak bisa sekolah kembali seperti sedia kala,” kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index