Jakarta Masuk Peringkat 53 Global, Ungguli Washington D.C.

Jakarta Masuk Peringkat 53 Global, Ungguli Washington D.C.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung [FOTO: NET].

JAKARTA — Wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta kini menduduki posisi urutan ke-53 dari total 100 kota besar di dunia sebagai pusat episentrum ekonomi global, sekaligus berhasil melampaui pencapaian salah satu kota utama di Amerika Serikat, yakni Washington, D.C. Informasi membanggakan tersebut diungkapkan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.

Ia memaparkan bahwa merujuk pada data riset Kearney Global City Index, posisi peringkat Jakarta mengalami kenaikan signifikan, yakni melonjak dari sebelumnya berada di ranking 74 kini bertengger di peringkat 71 sebagai kota global.

Menurut pandangannya, dinamika positif ini memperlihatkan bukti konkrit bahwa eksistensi Jakarta kini telah mendapatkan pengakuan secara luas di kancah internasional.

"Selain itu, Jakarta sebagai ibu kota (pusat ekonomi) kini menempati peringkat 53 dari 100, dan saya cukup senang karena kinerja kami lebih baik daripada Washington D.C. Angka-angka ini memberi tahu kami sesuatu yang penting: Jakarta tetap tangguh dan pasar terus memiliki kepercayaan terhadap kota ini," katanya dalam acara Jakarta Investment Festival 2026, Jumat (28/8/2026).

Ia menyampaikan pula bahwa tugas krusial yang harus segera dieksekusi ke depan adalah menerjemahkan sinyal kepercayaan pasar tersebut menjadi peluang bisnis berorientasi jangka panjang melalui perumusan berbagai program serta proyek strategis perkotaan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sepanjang paruh pertama semester tahun 2026 ini, roda perekonomian Jakarta tercatat mengalami pertumbuhan di angka 5,52 persen, yang mana capaian tersebut berada di atas rata-rata tingkat pertumbuhan nasional, dengan tingkat inflasi daerah yang tetap terjaga stabil terkendali pada kisaran 2,5 persen. 

Sementara itu, realisasi angka perolehan investasi berhasil menyentuh angka Rp173,6 triliun, atau setara dengan kisaran nilai US$10,5 miliar.

"Kami sedang membangun kota yang siap menghadapi masa depan (future-proof city), menghubungkan pemikiran dengan pasar (mind to market), dan memobilisasi modal yang menghubungkan (capital that connects)," jelasnya.

Sebagai langkah taktis guna mendongkrak akselerasi nilai investasi di Jakarta, Pramono secara resmi menawarkan sebanyak 37 portofolio proyek investasi strategis di Jakarta dengan estimasi nilai indikatif mencapai Rp115 triliun. Varian proyek penawaran tersebut mencakup ragam sektor pembangunan, mulai dari bidang perhotelan hingga infrastruktur sarana transportasi publik.

Ia menegaskan bahwa keragaman portofolio proyek yang disodorkan tersebut merepresentasikan luasnya variasi peluang investasi yang tersedia di Jakarta, mencakup sektor hunian tempat tinggal dan perhotelan, area komersial serta pengembangan kawasan terpadu (mixed-use), konsep pembangunan berorientasi transit (TOD), fasilitas olahraga dan rekreasi, kawasan industri serta rantai logistik, hingga sektor utilitas, sarana transportasi, serta proyek pengembangan wilayah tepian air (waterfront).

"Kami dengan bangga mempersembahkan portofolio 37 proyek investasi strategis di seluruh Jakarta, dengan total nilai investasi indikatif sekitar 115 triliun Rupiah. Ini sekitar US$5 Miliar," katanya.

Berdasarkan penjelasannya, deretan peluang investasi tersebut memegang arti yang sangat strategis lantaran proyek-proyek yang ditawarkan tidak dirancang berdiri sendiri secara parsial, melainkan dikonsep agar selaras dan berkembang secara simultan mengikuti arah masterplan pembangunan perkotaan Jakarta.

Rangkaian proyek pembangunan tersebut nantinya akan mengintegrasikan sektor hunian perumahan dengan sistem mobilitas warga, memadukan aktivitas komersial dengan penyediaan ruang publik yang representatif, serta merajut konektivitas infrastruktur dengan pusat-pusat klaster pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menegaskan bahwa para investor tidak sekadar diajak untuk menanamkan modal finansial pada proyek-proyek secara individual semata, melainkan turut diundang secara aktif guna mengambil peran strategis dalam membentuk fase lembaran pertumbuhan ekonomi Jakarta di masa-masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index