OJK: Akses Keuangan Warga DIY 98,74%, Literasi Masih 76,44%

OJK: Akses Keuangan Warga DIY 98,74%, Literasi Masih 76,44%

LIPUTANFINANSIAL.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan di DIY masih sekitar 20 poin persentase. Artinya, nyaris seluruh warga telah menggunakan layanan perbankan, asuransi, atau investasi, tetapi pemahaman terhadap produk tersebut belum setara.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyampaikan capaian tersebut dalam Media Gathering OJK dan Media Massa DIY di Purwokerto, Kamis (13/2). Indeks literasi keuangan DIY berada di angka 76,44 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang sebesar 69,57 persen.

"Hasil SNLIK tahun 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan DIY mencapai 76,44 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks literasi secara nasional yang mencapai 69,57 persen," kata Eko.

Akses Lebih Dulu Melonjak

Beda halnya dengan indeks inklusi keuangan. Di DIY angka itu menembus 98,74 persen, jauh melampaui nasional yang berada di level 93,61 persen. Hampir setiap warga dewasa di DIY sudah tersentuh produk keuangan formal, mulai dari rekening tabungan, pinjaman bank, sampai polis asuransi.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki akses yang kuat terhadap layanan keuangan, tetapi juga memiliki pemahaman yang relatif baik walaupun masih ada gap sekitar 20 persen," ujar Eko.

PR Besar OJK: Mengejar Pemahaman

Eko menyebut kesenjangan itu menjadi pekerjaan rumah lembaganya. OJK akan berupaya menaikkan indeks literasi agar mendekati tingkat inklusi yang hampir penuh.

"Artinya masyarakat yang menggunakan produk dan layanan jasa keuangan ini juga sudah memahami terkait dengan manfaat dan risiko dari produk dan layanan jasa keuangan yang digunakan itu," jelasnya.

Pemahaman ini penting agar warga tidak sekadar memiliki produk, tetapi tahu bagaimana mengelola risiko. Dalam jangka panjang, hal itu menekan potensi kredit macet, investasi bodong, atau salah pilih produk karena tidak membaca ketentuan.

Sinergi Lintas Sektor

Menurut Eko, pencapaian indeks yang tinggi itu bukan kerja OJK seorang diri. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media massa, menjadi pengungkit utama.

"Termasuk kontribusi media massa yang secara konsisten menyampaikan informasi, edukasi, dan pemberitaan yang konstruktif mengenai sektor jasa keuangan," kata dia.

Lewat pemberitaan yang akurat dan edukatif, media disebutnya berperan sebagai mitra strategis membangun kesadaran warga. Karena itu, OJK berharap kerja sama dengan media terus diperkuat agar informasi yang sampai ke publik makin terpercaya dan sektor jasa keuangan DIY makin sehat.

Angka literasi 76,44 persen memang sudah di atas target nasional, tetapi dengan 20 persen warga yang belum paham betul produk keuangannya, masih banyak ruang untuk edukasi. Jika akses nyaris penuh diiringi pemahaman, risiko penyalahgunaan produk dan kredit bermasalah di DIY bisa ditekan lebih jauh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index