JAKARTA - Aktivitas luar ruang atau outdoor kian diminati masyarakat, mulai dari mendaki gunung, berkemah, sampai menjelajahi beragam destinasi alam. Pergeseran pola gaya hidup ini tak sekadar mendorong masyarakat untuk lebih aktif menikmati kegiatan di alam terbuka, melainkan turut membuka peluang pertumbuhan bagi industri perlengkapan outdoor.
Tingginya antusiasme terhadap aktivitas berbasis alam juga tercermin dalam laporan Travel Redefined: Understanding and Catering to the Diverse Needs of APAC Travellers. Dalam laporan tersebut, wisata alam menjadi jenis destinasi yang paling banyak dilirik wisatawan yang melawat ke Indonesia, dengan tingkat ketertarikan mencapai 75%. Sementara itu, wisata bahari menduduki posisi berikutnya dengan persentase 65%.
CEO Consina Disyon Toba menilai tren aktivitas outdoor di Indonesia memperlihatkan perkembangan yang kian kuat dalam beberapa tahun terakhir. Jenis kegiatan yang digandrungi masyarakat pun kian beragam, tak cuma lari dan bersepeda, melainkan juga mendaki gunung hingga trail run yang belakangan kian populer. Pergerakan tersebut menandakan bahwa aktivitas di ruang terbuka mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan tren tersebut turut dipicu oleh meningkatnya minat generasi muda, khususnya Gen Z. Disyon melihat ketertarikan anak muda terhadap aktivitas outdoor bukan sebatas fenomena di Indonesia, melainkan juga bagian dari tren global yang berkembang di berbagai negara.
"Menurut saya, karakter generasi sekarang memang seperti itu. Banyak anak muda menyukai kegiatan outdoor. Jika generasi sebelumnya mungkin cenderung ragu atau takut mencoba, anak-anak sekarang lebih berani dan berpikir, 'Ya sudah, coba berangkat.' Mereka lebih spontan tanpa terlalu memikirkan rasa takut," katanya.
Seiring meningkatnya minat terhadap aktivitas outdoor, Disyon menilai bisnis perlengkapan di sektor ini masih menunjukkan pertumbuhan positif. Menurutnya, karakter konsumen muda yang cenderung mengikuti dinamika tren turut menjadi salah satu faktor pendorong. Mereka dinilai lebih cepat merespons perubahan selera pasar, termasuk terhadap pilihan warna, desain, hingga model produk baru.
Dari sisi daya beli, konsumen muda juga dinilai kian memiliki kemampuan untuk berbelanja. Penghasilan mereka tak lagi semata bergantung pada uang saku, melainkan mulai bersumber dari pekerjaan, tabungan, maupun pundi-pundi pendapatan lainnya. Kondisi tersebut membuat kelompok konsumen muda kian potensial bagi pertumbuhan pasar perlengkapan outdoor.
Selain itu, pasar perlengkapan outdoor memiliki cakupan konsumen yang cukup luas, mulai dari mereka yang berburu produk berharga terjangkau hingga konsumen yang menyasar produk kelas premium. Rentang tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha guna menghadirkan beragam produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekaligus daya beli konsumen.
"Sejauh ini masih positif. Kalau per tahun, kenaikannya minimal sekitar 10–15 persen. Bahkan bisa sampai 30 persen," imbuhnya.
Dalam menjalankan strategi bisnisnya, Disyon menilai perkembangan produk outdoor mempunyai karakter yang menyerupai industri fesyen lantaran tren dan preferensi konsumen bergerak dengan cepat. Oleh karena itu, jenama perlengkapan outdoor mesti adaptif dengan memperbarui konsep, desain, pilihan warna, hingga jenis produk agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Salah satu tren yang sedang berkembang ialah konsep ultralight, yang mengedepankan penggunaan material berbobot ringan demi memangkas beban perlengkapan saat beraktivitas di alam terbuka. Menurut Disyon, tren ini kian diminati lantaran menyuguhkan kepraktisan dan efisiensi, terutama bagi konsumen yang ingin tetap nyaman kala membawa perlengkapan dalam kegiatan outdoor.
Melihat peluang tersebut, pihaknya mulai mengembangkan sekaligus memproduksi perlengkapan dengan konsep ultralight. Produk tersebut tetap menyasar konsumen di segmen lari dan pendakian gunung, sembari memperluas pasar ke kalangan yang mengutamakan perlengkapan berbobot lebih ringan.
Disyon berharap geliat industri outdoor ke depan kian kuat, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap berbagai aktivitas di alam terbuka.