5 Fakta Ikan Nila yang Kaya Protein dan Mudah Dibudidayakan

5 Fakta Ikan Nila yang Kaya Protein dan Mudah Dibudidayakan

LIPUTANFINANSIAL.COM — Ikan nila jadi salah satu ikan air tawar paling laris di pasar Indonesia karena dagingnya tebal dan harganya ramah kantong. Selain enak digoreng atau dibakar, ikan ini menyimpan sejumlah fakta menarik soal asal-usul, nutrisi, hingga cara budidayanya.

Ikan nila bukan sekadar lauk sehari-hari. Ada alasan biologis dan ekonomis kenapa ikan ini begitu mudah ditemukan di kolam maupun pasar tradisional.

1. Termasuk Ikan Omnivora

Ikan nila memakan tumbuhan maupun hewan, tapi porsi terbesarnya adalah tumbuhan air dan lumut. Sifat omnivora membuat ikan ini kerap dimanfaatkan sebagai pengendali gulma di perairan.

Ikan nila pertama kali diintroduksi ke Indonesia dari Afrika bagian timur pada 1969. Kini ikan ini dibudidayakan luas di kolam air tawar dengan panjang umum sekitar 30 cm dan warna kulit hitam keabu-abuan.

2. Butuh Suhu dan pH Tertentu untuk Berkembang Biak

Memulai budidaya ikan nila tidak bisa sembarangan. Langkah awalnya adalah memilih induk yang cukup umur dan siap memijah.

Suhu air sangat memengaruhi metabolisme ikan nila. Ikan ini bisa bertahan di rentang 14-38 derajat Celsius, tapi suhu ideal untuk berkembang biak ada di 25-30 derajat Celsius.

Untuk pH, ikan nila toleran di kisaran 5-11. Pertumbuhan optimalnya justru di pH 7-8. Catatan penting: ikan ini tidak bisa hidup di negara dengan empat musim.

3. Punya Banyak Varietas di Pasaran

Ikan nila hitam paling sering ditemui di pasar. Ada juga nila merah yang lebih mahal dan banyak dicari pencinta kuliner.

Selain itu ada nila gift, hasil persilangan jenis nila dari Mesir dan Singapura. Ada pula nila gesit yang beratnya bisa mencapai 600 gram di usia 4 bulan.

Varietas lain meliputi nila best yang dikenal gesit dan aktif, nila bangkok yang enak dikonsumsi, serta nila larasati dengan tekstur daging tebal.

4. Kaya Protein dan Rendah Kalori

Dalam 100 gram ikan nila terkandung 26 gram protein dengan hanya 128 kalori. Angka ini menjadikannya pilihan masuk akal untuk menu diet.

Ikan nila juga mengandung niacin, vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalium. Kandungan asam lemaknya membantu tubuh menjaga kadar kolesterol.

Proteinnya berperan menyembuhkan jaringan tubuh yang rusak, sementara kalsiumnya baik untuk kesehatan tulang.

5. Fleksibel Diolah Jadi Beragam Menu

Ikan nila bisa dimasak sesuai selera, dari yang berkuah hingga kering. Sup segar jadi pilihan kalau ingin kuah, atau dipepes dengan baluran bumbu dan rempah khas.

Untuk cita rasa asam manis, ikan nila bisa dimasak dengan bumbu asam manis atau dipesmol. Pecinta pedas biasanya mengolahnya dengan bumbu balado, dan tak kalah lezat saat dipanggang.

Dari soal nutrisi sampai kemudahan budidaya, ikan nila memang layak jadi andalan dapur Indonesia. Harga terjangkau plus daging tebal bikin ikan ini sulit tergantikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index