Dapen Mulai Lirik ETF Emas, Asosiasi Ungkap Potensinya

Jumat, 28 Agustus 2026 | 03:16:31 WIB
Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). (Foto: NET)

JAKARTA - Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) membeberkan bahwa sejumlah dana pensiun (dapen) yang tergabung dalam keanggotaannya telah menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari serta menanamkan modal pada instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas.

"Sejumlah dapen anggota asosiasi sudah menyatakan minat untuk mengkaji maupun masuk ke instrumen ini," ujar Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja, Kamis (28/8/26). 

Ia menyatakan bahwa ETF Emas mempunyai prospek yang sangat menjanjikan sebagai opsi diversifikasi utama bagi sektor dapen pada masa mendatang.

Lebih lanjut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kesempatan penanaman modal pada komoditas emas bagi dapen lewat aturan kesehatan keuangan yang berlaku. 

Di samping itu, daya tarik ETF Emas sebagai sarana diversifikasi portofolio didasari oleh sifat alami emas yang mampu menjaga nilai aset di tengah terjangan inflasi serta ketidakstabilan ekonomi.

Menurut Tondy, faktor tersebut menjadikan emas berpotensi berfungsi sebagai penyeimbang serta alat lindung nilai terhadap fluktuasi instrumen saham dan pasar uang dalam portofolio dapen. T

ambahan pula, bentuk ETF Emas yang diperdagangkan secara bursa menawarkan kepraktisan transaksi secara langsung dibandingkan kepemilikan fisik emas, serta didukung sistem kustodian dan Electronic Gold Receipt yang dinilai mampu meningkatkan keterbukaan serta pengamanan aset bagi pengelola dapen.

Di sisi lain, ia turut mengingatkan beberapa risiko penting yang perlu diperhatikan dapen sebelum memutuskan berinvestasi pada ETF Emas. Aspek tersebut mencakup likuiditas perdagangan di bursa yang masih tergolong baru sehingga aktivitas transaksinya belum sebesar instrumen konvensional lainnya.

Selain itu, pengelola perlu mewaspadai naik turunnya harga emas dunia, batasan penanaman modal, serta aturan investasi yang telah ditentukan OJK bagi dapen. 

Pelaku dapen juga wajib memastikan produk tersebut selaras dengan karakteristik risiko serta jangka waktu investasi para pesertanya, mengingat seluruh produk ETF Emas yang ada saat ini berbasis skema syariah sehingga kesesuaiannya harus disesuaikan dengan kebijakan internal masing-masing.

Mendatang, Tondy memperkirakan ketertarikan sektor dapen terhadap ETF Emas bakal terus bertumbuh secara perlahan. Kondisi ini seiring dengan makin banyaknya dapen yang menjalankan evaluasi internal, di mana sebagian di antaranya bahkan sudah menunjukkan ketertarikan bahkan sebelum produk tersebut resmi diluncurkan.

Peluang ini dipandang bakal semakin kuat apabila ada dukungan insentif dari pemerintah, perbaikan likuiditas pasar ETF Emas yang berkelanjutan, serta bertambahnya variasi produk di pasaran guna memberikan alternatif yang lebih luas bagi pengelola dapen.

Kendati demikian, tingkat penerapannya saat ini diprediksi masih dipengaruhi oleh pergerakan likuiditas pasar serta kepastian regulasi turunan yang mengatur batas porsi investasi bagi lembaga dana pensiun.

Terkini

Laba WINE Turun 21% Meski Penjualan Naik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:28:01 WIB

PART Incar Lonjakan Laba 2026 Lewat Diversifikasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:23:02 WIB