Digiplus Bidik 150 Gerai dan Perluas Akses ke Street Level

Digiplus Bidik 150 Gerai dan Perluas Akses ke Street Level
PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). (Foto: NET)

JAKARTA — Peritel multibrand gadget di bawah pengelolaan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), Digiplus bersiap meresmikan setidaknya 150 gerai hingga penghujung tahun 2026 melalui skema ekspansi terbaru. 

Gerai Digiplus yang biasanya beroperasi di dalam pusat perbelanjaan atau mal, kini mulai merambah kawasan street level secara agresif dengan mendirikan free standing store perdana berlokasi di Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan.

Head of Marketing Digiplus Dwita Satyanti menjelaskan bahwa format gerai anyar tersebut merepresentasikan transformasi strategi bisnis perseroan guna mendekatkan konsumen terhadap akses produk gadget tanpa harus berkunjung ke mal. 

Keputusan Digiplus merambah area street level sekaligus merefleksikan pergeseran pola perilaku masyarakat. Melalui pemilihan titik lokasi berdensitas pengunjung tinggi, pihak manajemen menaruh harapan besar agar tingkat kunjungan langsung bisa dikonversikan secara optimal menjadi lonjakan transaksi penjualan. 

Format gerai inovatif ini tercatat sebagai gerai Digiplus yang ke-100.

"Berbeda dengan gerai mal yang cenderung menyasar konsumen menengah hingga atas, format street level memberikan fleksibilitas untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas," ujar Dwita, Jumat (28/8/2026).

Sementara itu, Head of Business Development Digiplus Muhammad Pranoto Utomo memproyeksikan total 150 gerai Digiplus dapat beroperasi penuh sampai akhir tahun. 

Target ekspansi ini mencakup konsep free standing store, gerai konvensional di mal, serta shop in shop pada pusat perbelanjaan terkemuka seperti SOGO dan Metro. 

Jaringan gerai anyar tersebut tidak hanya berfokus di wilayah Jakarta, melainkan merambah sejumlah kota besar lain di antaranya Surabaya, Bali, Medan, Makassar, serta menyasar wilayah lapis kedua dan ketiga secara bertahap.

Dari aspek komersial, portofolio bisnis Digiplus tetap bertumpu pada kategori smartphone, di mana perangkat berbasis Android mendominasi kontribusi volume penjualan tertinggi. Sedangkan dari sisi nilai transaksi, lini produk Apple memegang peranan sebagai salah satu kontributor utama. 

Tiga merek yang mendominasi penjualan Digiplus saat ini mencakup Apple, Samsung, serta Xiaomi dan OPPO. Meski demikian, komposisi merek pada masing-masing gerai bersifat dinamis dan disesuaikan dengan preferensi pasar, tren, serta tingkat kontribusi brand terkait.

Di tengah masifnya ekspansi gerai, perseroan tidak menampik adanya kendala berupa lonjakan harga perangkat. 

Head of Operations Digiplus Erwin Renehan menyebutkan bahwa sejumlah pabrikan telah menaikkan harga jual sejak pengujung tahun lalu, yang utamanya dipicu oleh pembengkakan komponen harga chipset. Besaran kenaikan harga tersebut berkisar antara 30% hingga 50%. 

Situasi ini berisiko menjadi hambatan bagi daya beli masyarakat, terlebih manakala konsumen mulai menunda pengeluaran untuk produk nonesensial. Walau demikian, pihaknya menilai bahwa produk telekomunikasi khususnya smartphone kini telah bertransformasi menjadi kebutuhan primer alih-alih sekadar barang sekunder.

Guna mempertahankan tingkat keterjangkauan di mata pelanggan, Digiplus mengandalkan berbagai macam program insentif, mulai dari cashback bank, fasilitas cicilan via lembaga pembiayaan nonbank (NBFI), layanan buy now pay later (BNPL), hingga program trade-in. 

"Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi hambatan konsumen akibat kenaikan harga sekaligus mendorong konversi pembelian," tutur Erwin.

Menilik laporan keuangan per 30 Juni 2026, MAPI mencatatkan perolehan pendapatan bersih senilai Rp 24,15 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 23,36% apabila dikomparasikan dengan periode serupa tahun lalu yang membukukan Rp 19,58 triliun. 

Dari segi perolehan laba bersih, entitas induk MAPI mengantongi laba senilai Rp 1,21 triliun sepanjang paruh pertama 2026, yang mengalami peningkatan 26,49% secara tahunan dari sebelumnya Rp 960,92 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index