Apresiasi Pemda Berprestasi 2026: Kemendagri Pacu Inovasi Daerah

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026: Kemendagri Pacu Inovasi Daerah
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) memacu pemerintah daerah (pemda) untuk senantiasa mendongkrak kinerja serta melahirkan inovasi lewat helatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.

Dalam agenda yang bergulir di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8) tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengutarakan bahwa apresiasi ini tak semata-mata dihajatkan untuk menyerahkan penghargaan bagi daerah yang sukses menyabet capaian terbaik.

"Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memotivasi daerah agar terus meningkatkan kinerja sekaligus menunjukkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan," tutur Tito, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Ia menerangkan bahwasanya program apresiasi pemda berprestasi sebelumnya telah diluncurkan pada gelombang atau batch I dengan deretan kategori penilaian.

Pada gelombang II, cakupan penilaian terbagi dalam empat kategori, yakni Implementasi Program 3 Juta Rumah, Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

"Selamat kepada rekan-rekan yang mendapat penghargaan dan bagi yang belum beruntung masih ada batch III, yang mudah-mudahan bisa memotivasi bekerja lebih keras,” ujarnya.

Gelaran ini menjadi salah satu ikhtiar memberikan ruang apresiasi bagi pemda yang telah membuktikan capaian nyata dalam menyokong prioritas pembangunan serta pelayanan bagi warga.

Di samping menyerahkan penghargaan, ajang ini turut diharapkan mampu memantik persaingan positif antarwilayah sekaligus mengeskalasi penyebaran praktik baik yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain.

Penyelenggaraan acara sekaligus mempertontonkan aneka gagasan dan kreativitas yang dikuasai kepala daerah dalam mengemudikan roda pemerintahan dan menyajikan layanan kepada publik.

Capaian yang ditorehkan tiap-tiap daerah diharapkan dapat memicu inspirasi bagi pemda lain untuk terus mematangkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

Melalui apresiasi ini, Kemendagri mengemukakan harapan agar kian banyak pemda yang terpacu menghadirkan terobosan beserta inovasi demi menjawab pelbagai aspirasi masyarakat.

Dengan demikian, iklim kompetisi antardaerah tak sekadar berfokus pada perburuan trofi penghargaan, melainkan turut mengerek mutu tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik secara berkesinambungan.

Sebagai informasi pelengkap, pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, penghargaan untuk jenjang provinsi diserahkan kepada Jawa Barat dan Banten.

Untuk jenjang kabupaten, peraih penghargaan terdiri atas Banyuwangi, Kuningan, dan Madiun. Sementara itu, kategori jenjang kota disabet oleh Bogor, Surabaya, dan Cilegon.

Selanjutnya untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, penghargaan jenjang provinsi diberikan kepada Bali dan DKI Jakarta. Pada level kabupaten, penghargaan dimenangkan oleh Rembang, Bantul, dan Klungkung. Adapun level kota dianugerahkan kepada Mojokerto, Tegal, dan Surabaya.

Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan tingkat provinsi diraih oleh Yogyakarta dan Bali. Pada tingkat kabupaten, penghargaan didapatkan oleh Ponorogo, Kulon Progo, dan Magetan. Sementara tingkat kota diraih oleh Salatiga, Blitar, dan Madiun.

Adapun kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri untuk tingkat provinsi dimenangkan oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Pada tingkat kabupaten, penghargaan diserahkan kepada Wonosobo, Sidoarjo, dan Ciamis. Untuk tingkat kota, jajaran penerimanya mencakup Malang, Blitar, dan Surabaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index