Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan IHSG hari ini berpotensi menguji level resistance 6.640. Jika tertembus, indeks berpeluang melanjutkan penguatan untuk menutup celah (gap) teknikal di kisaran 6.700.
Wall Street Melemah, Sentimen Global Jadi Tekanan
Tekanan dari eksternal masih membayangi pasar Asia, termasuk Indonesia. Seluruh indeks utama bursa Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan terakhir. Nasdaq memimpin pelemahan dengan terkoreksi 1,03 persen, disusul Dow Jones yang turun 0,79 persen, dan S&P 500 yang melemah 0,71 persen.
Koreksi di Wall Street dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga global. Sinyal tersebut menguat setelah Menteri Keuangan AS mengisyaratkan perlunya Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuannya. Langkah itu berpotensi memicu lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi dan mendorong aksi jual di pasar obligasi global.
Energi Jadi Penopang, IHSG Naik 1,14 Persen Kemarin
Di tengah sentimen global yang kurang bersahabat, IHSG justru menunjukkan ketahanan. Pada perdagangan Senin (1/9), indeks berhasil ditutup menguat 1,14 persen. Penguatan ini ditopang oleh aksi beli yang meyakinkan pada saham-saham sektor energi yang diperkirakan masih akan menjadi pendorong utama laju indeks pada hari ini.
Rekomendasi Saham KISI untuk Perdagangan Hari Ini
Menghadapi potensi penguatan IHSG, KISI merekomendasikan dua saham yang dinilai berpeluang memberikan keuntungan bagi investor. Berikut rinciannya:
- ARTO – Accumulative Buy, Entry Price: 960-990, Target Price: 1.065 dan 1.135, Stop Loss di bawah 920.
- RATU – Trading Buy, Entry Price: 4.300-4.400, Target Price: 4.630 dan 4.790, Stop Loss di bawah 4.150.
Kedua saham tersebut dinilai memiliki momentum penguatan yang didukung oleh fundamental dan kondisi teknikal yang masih akurat, meskipun investor tetap perlu mencermati pergerakan pasar secara keseluruhan.
Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.