JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) mengemukakan bahwa rencana penggabungan usaha dengan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) saat ini masih berada dalam fase investigasi awal di bawah koordinasi para pemegang saham.
Direktur Keuangan Adhi Karya Bani Iqbal menerangkan bahwa proses konsolidasi tersebut dijalankan mengikuti arahan dari Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang saham Seri B terbesar serta BP BUMN selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna.
“Sampai dengan saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan lebih lanjut,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (4/9/2026).
Bani menambahkan, karena rangkaian kegiatannya masih pada tahap peninjauan awal, pihak perseroan belum melaksanakan uji tuntas atau due diligence, studi kelayakan (feasibility study), ataupun perumusan skema peleburan bisnis secara formal.
Di samping itu, belum terdapat penetapan resmi mengenai entitas yang akan bertahan (surviving entity) dalam aksi korporasi tersebut. Penentuan entitas penerus ini kelak akan menimbang berbagai elemen, mulai dari kesehatan finansial, operasional, tata kelola perusahaan, hingga manajemen risiko.
Berkenaan dengan batasan waktu, Bani mengonfirmasi bahwa target penyelesaian pada penghujung tahun 2026 merupakan target indikatif yang disampaikan oleh para pemegang saham mayoritas.
Kendati demikian, realisasinya nanti akan sangat bertumpu pada hasil analisis, kesiapan seluruh pihak, serta pemenuhan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
“Perseroan memandang konsolidasi BUMN Karya sebagai upaya transformasi untuk memperkuat daya saing industri konstruksi nasional yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi pemangku kepentingan,” ucapnya.
Di sisi lain, ADHI turut mengumumkan informasi seputar penghentian sementara perdagangan efek perseroan. Kebijakan ini diambil akibat belum dilunasinya pembayaran Bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C.
Guna mengatasi hal tersebut, perseroan berencana mengadakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada tanggal 11 September 2026 untuk membahas pokok permasalahan terkait obligasi tersebut.