JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) membeberkan deretan agenda proyek yang tengah berjalan, mulai dari akuisisi entitas pelayaran LNG hingga pembangunan jaringan pipa BBM di wilayah Kalimantan Timur.
Direktur RAJA, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma memaparkan bahwa saat ini terdapat lima rencana ekspansi dalam daftar proyek yang berada pada tahapan berbeda, mencakup investasi yang sudah rampung, rencana akuisisi yang memasuki tahap finalisasi, hingga proyek yang masih dalam taraf pengkajian.
Pertama, perseroan telah memaraf perjanjian jual beli 5% saham PT Layar Nusantara Gas untuk investasi pada fasilitas floating LNG perdana di Indonesia yang berkapasitas 1,2 juta ton per tahun.
"Bagi RAJA investasi ini memperluas keterlibatan perseroan dalam rantai nilai gas bumi khususnya pada infra pengolahan LNG," kata Praba dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).
Kedua, perseroan berada dalam tahap finalisasi perjanjian jual beli saham untuk mengakuisisi perusahaan pelayaran yang memiliki aset operasional berupa 1 unit LNG carrier (LNGC) dan 1 unit very large carrier (VLGC). Kedua armada tersebut masing-masing mengantongi kontrak operasional hingga 2028 dan 2029.
"Due diligence legal teknis kapal telah selesai, sementara kajian legal dan finansial perusahaan masih berjalan. Closing kami targetkan pada kuartal IV/2026, tergantung pada penyelesaian kajian dan pemenuhan persyaratan transaksi ini," ujarnya.
Ketiga, RAJA bersiap membangun jaringan pipa bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur pada kuartal III/2026 melalui anak usahanya, PT Petrotech Penta Nusa.
Jaringan pipa BBM ini membentang sekitar 117 kilometer dengan durasi kontrak 10 tahun. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV/2027.
"Proyek ini akan memperkuat portofolio infrastruktur distribusi BBM perseroan di Kalimantan Timur dengan dukungan kontrak panjang. Fokus kami saat ini dalam menuntaskan kesiapan proyek untuk mendukung pelaksanaan konstruksi sesuai rencana," ujarnya.
Keempat, perseroan tengah memfinalisasi kajian proyek fasilitas LNG di Kalimantan guna mengejar final investment decision. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya investasi awal mencapai US$300 juta dan dibidik beroperasi pada kuartal IV/2029.
Kelima, RAJA sedang menggarap studi kelayakan investasi bersama mitra asal Jepang untuk mendirikan pabrik biogas berbasis limbah peternakan pertama di Indonesia.
"Target operasional proyek ini adalah kuartal I/2028 dengan mempertimbangkan hasil kajian, kelayakan, dan kesiapan pengembangannya. Inisiatif ini menjadi salah satu langkah RAJA dalam menjajaki energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah peternakan sumber energi," pungkasnya.