ERAA Pacu EFN ke Pasar Global, Penjualan F&B Tembus Rp1,74 Triliun

ERAA Pacu EFN ke Pasar Global, Penjualan F&B Tembus Rp1,74 Triliun
ERAA Pacu EFN ke Pasar Global, Penjualan F&B Tembus Rp1,74 Triliun

LIPUTANFINANSIAL.COM — Penjualan neto segmen Erajaya Food & Nourishment (EFN) milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencapai Rp1,74 triliun, naik 31,5% dari Rp1,33 triliun pada periode sebelumnya. Pertumbuhan itu mendorong ERAA menyiapkan ekspansi bisnis makanan dan minuman ke pasar global. Kontribusi EFN baru sekitar 4,1% dari total penjualan neto Erajaya yang mencapai Rp42,9 triliun.

CEO Erajaya Food & Nourishment Jeremy Sim menyatakan EFN tidak sekadar membawa merek internasional masuk ke Indonesia. Menurutnya, ada peluang mengembangkan bisnis lokal yang berpotensi diperluas ke pasar internasional.

"Indonesia dengan basis konsumen yang besar dinilai dapat menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis secara domestik sebelum diperluas ke pasar yang lebih luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

Portofolio EFN saat ini mencakup Paris Baguette, Bacha Coffee, Curry Up, CHAGEE, Wetzel's Pretzels, dan GrandLucky Superstore. Lini bisnis ini menaungi jaringan restoran, kafe, toko roti, hingga grocery store.

Rantai Pasok Jadi Fondasi Ekspansi

EFN melalui GrandLucky mengeksplorasi penguatan rantai pasok, termasuk membangun hubungan lebih dekat dengan pemasok dan petani. Pendekatan direct sourcing sudah diterapkan GrandLucky lewat merek Brastagi di Medan.

Jeremy menilai hubungan langsung dengan petani membantu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien. EFN juga melihat peluang mendukung petani melalui akses teknologi, infrastruktur, input pertanian, serta informasi kebutuhan pasar.

Pemahaman pola permintaan konsumen dinilai dapat membantu pelaku hulu menentukan jenis produk yang sesuai kebutuhan pasar. Langkah itu sekaligus mengantisipasi risiko kelebihan pasokan.

GrandLucky turut mengeksplorasi praktik pertanian seperti greenhouse dan hydroponic farming. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketahanan produksi terhadap kondisi cuaca dan efisiensi rantai pasok.

"Penguatan rantai pasok tersebut juga membuka peluang penerapan skema offtake yang dapat memberikan akses pasar lebih jelas bagi produk yang dihasilkan petani," tuturnya.

Portofolio Bisnis Erajaya Makin Beragam

Pengembangan EFN diarahkan membangun portofolio bisnis yang lebih beragam bagi Erajaya Group. Setiap lini bisnis punya karakteristik berbeda dari sisi siklus, margin, frekuensi transaksi, dan sensitivitas terhadap perubahan pasar.

Karena itu, pengelolaan portofolio menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun struktur bisnis yang lebih seimbang. EFN diposisikan tidak hanya tumbuh dari sisi revenue, tetapi juga profitabilitas dan ketahanan jangka panjang.

Dalam pengembangan bisnis F&B, EFN membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri dan entrepreneur. Kolaborasi itu terutama untuk memperkuat pemahaman terhadap rantai bisnis, mulai dari pengembangan produk, produksi, quality control, distribusi, hingga pengelolaan produk kedaluwarsa.

Ke depan, EFN akan mengembangkan portofolio dengan mempertimbangkan potensi skala, kekuatan rantai nilai, dan kemampuan setiap bisnis menciptakan nilai secara berkelanjutan. Relevansi produk, kekuatan value proposition, jangkauan konsumen, serta potensi skala bisnis menjadi pertimbangan utama.

Arti bagi Investor ERAA

Kontribusi EFN yang baru 4,1% dari total penjualan neto menunjukkan segmen F&B masih dalam tahap pembangunan skala. Namun pertumbuhan 31,5% jauh melampaui laju bisnis inti distribusi gadget Erajaya.

Bagi investor, diversifikasi ke F&B berpotensi mengurangi ketergantungan pada siklus penjualan perangkat elektronik yang musiman. Risikonya, ekspansi ke pasar global menuntut belanja modal dan keahlian operasional yang berbeda dari bisnis distribusi.

Erajaya belum mengungkap target waktu maupun nilai investasi untuk ekspansi global EFN. Perusahaan juga tidak menyebut pasar negara mana yang dibidik lebih dulu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index