Pegadaian Edukasi 200 Mahasiswa USU soal Bahaya Pinjol Ilegal

Pegadaian Edukasi 200 Mahasiswa USU soal Bahaya Pinjol Ilegal
Pegadaian Edukasi 200 Mahasiswa USU soal Bahaya Pinjol Ilegal

LIPUTANFINANSIAL.COM — PT Pegadaian membekali sekitar 200 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan literasi keuangan melalui kuliah umum bertema Pegadaian Finance for All & Bahaya Pinjol Ilegal. Kegiatan ini bagian dari program Pegadaian Peduli lewat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Edukasi menyasar generasi muda yang dinilai paling rentan terjerat pinjaman online ilegal.

Deputi Bisnis Area Medan 2 PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Heri Susianto, memaparkan peluang keuangan inklusif melalui Pegadaian Finance for All. Ia menekankan pentingnya pemahaman produk pembiayaan yang legal dan terukur bagi generasi muda.

"Masyarakat, termasuk generasi muda, perlu memahami pilihan pembiayaan yang legal, terukur dan sesuai kebutuhan agar tidak mengambil keputusan keuangan secara terburu-buru," kata Heri, Minggu (20/9/2026).

Modus Pinjol Ilegal Jadi Sorotan

Auditor BPKP-RI Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Manro Manrie Sipayung, mengupas modus serta risiko pinjaman online ilegal dari perspektif pengawasan keuangan. Kemudahan akses pinjaman digital dinilai bisa menimbulkan persoalan ekonomi bila masyarakat tidak memahami biaya, kewajiban pembayaran, dan risikonya.

Keduanya didampingi Pemimpin Cabang CP Padang Bulan, Gopher Manurung. Sesi ini menyoroti bagaimana pinjol ilegal kerap menyembunyikan bunga dan denda yang memberatkan peminjam.

Mengapa Mahasiswa Psikologi

Pemilihan mahasiswa psikologi sebagai sasaran edukasi berkaitan dengan perilaku ekonomi. Pemahaman soal FOMO, tekanan sosial, gaya hidup konsumtif, dan pengambilan keputusan membantu mahasiswa mengenali faktor psikologis yang memengaruhi keputusan finansial.

Faktor itu termasuk saat memilih produk pembiayaan atau menggunakan layanan keuangan digital. Pendekatan ini berbeda dari edukasi keuangan konvensional yang biasanya hanya menekankan hitungan angka.

"Dengan pemahaman ini, mahasiswa tidak hanya terlindungi dari jeratan pinjol ilegal, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi bagi lingkungan sekitarnya," ujar Heri.

Inklusi Keuangan Jadi Target

Kegiatan ini tidak hanya membahas risiko pinjol ilegal, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan layanan keuangan formal. Langkah tersebut bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan generasi muda.

Pemahaman produk dan layanan keuangan dinilai menjadi modal bagi mahasiswa dalam mengelola pendapatan, kebutuhan konsumsi, tabungan, maupun rencana pembiayaan di masa depan.

Menurut Heri, peningkatan literasi keuangan pada generasi muda tidak hanya soal kemampuan mengelola uang. Hal itu juga berkaitan dengan kemampuan memilih produk keuangan yang sesuai dan memahami risiko pembiayaan.

"Cerdas keuangan hari ini, sejahtera di masa depan," ujarnya.

Kehadiran para narasumber disambut jajaran pimpinan Fakultas Psikologi USU, di antaranya Dekan Prof. Dr. Vivi Gusrini Rahmadani, Wakil Dekan Tarmidi, serta Kepala Program Studi Sarjana Psikologi Fasti Rola.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index