JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) alias BCA membeberkan fakta bahwa penggunaan transaksi dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) makin diminati secara luas sebagai opsi alat pembayaran oleh masyarakat di Tanah Air.
Direktur BCA Santoso menjelaskan, peningkatan signifikan dalam transaksi QRIS berjalan selaras dengan adanya perluasan akses cakupan pembayaran tersebut yang pada saat ini juga telah dapat diakses di sejumlah negara.
“Tren saat ini transaksi sudah sangat luar biasa terutama dengan QRIS. QRIS bukan hanya transaksi di Indonesia. QRIS sudah sebagai alat bayar sudah mencapai 52-53% dari yang memiliki rekening,” kata Santoso kepada wartawan usai pembukaan BCA Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (11/9/2026).
Walau demikian, ia menekankan bahwa pemahaman literasi serta edukasi keuangan masyarakat dalam memanfaatkan metode transaksi tersebut tetap krusial untuk terus ditingkatkan. Menurut pandangannya, seluruh jajaran pemangku kepentingan mengemban tanggung jawab bersama untuk memberikan pemahaman edukatif bahwa instrumen alat pembayaran di Indonesia pada dasarnya sangat beragam.
Dengan roda transaksi masyarakat yang terus bergulir aktif di berbagai sektor bisnis, dinamika ini dinilai sanggup menghadirkan dampak efek berganda (multiplier effect) bagi percepatan laju pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan transaksi yang terus meningkat dengan berbagai macam [alat pembayaran], kami yakin bahwa ekonomi kami akan jauh lebih bangkit,” pungkas Santoso.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa angka transaksi ekonomi beserta keuangan digital pada bulan Juli 2026 tetap mencatatkan tren pertumbuhan yang positif, dengan sokongan sistem pembayaran yang terjamin aman, lancar, dan dapat diandalkan, serta ditopang kestabilan infrastruktur dan ekosistem struktur industri yang sehat.
Tercatat volume dari transaksi pembayaran berbasis digital berhasil menembus angka 5,50 miliar transaksi atau naik sebesar 28,69% secara tahunan (year on year/YoY) pada periode Juli 2026 yang didukung oleh makin meluasnya tingkat akseptasi pembayaran digital di tengah publik.
“Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh 9,39% [yoy] dan 24,25% [yoy], termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 82,42% [yoy] didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” terang BI.